Apa itu SLA?

Service Level Agreement (SLA) — persetujuan antara service provider dan customer yang mencakup:

  • Target kinerja yang harus dipenuhi.
  • Pengukuran yang diacu jika terjadi deviasi/kegagalan.
  • Aksi/kompensasi yang diberikan jika terjadi pelanggaran.

Apa itu WSLA?

WSLA (Web Service Level Agreement) — standar untuk monitoring & mengelola kepatuhan SLA dari sebuah web service. Memungkinkan penulis mendefinisikan:

  • Metrik kinerja yang terkait dengan aplikasi web service.
  • Target kinerja yang diinginkan.
  • Aksi yang harus dilakukan jika target tidak terpenuhi.

Dikembangkan oleh IBM tahun 2001 (WSLA Language Specification v1.0).

Peran WSLA

  • Memonitor kinerja web service.
  • Memberikan informasi SLA ke pihak-pihak terkait.
  • Mengintegrasikan SLA dengan sistem Electronic Commerce yang sudah ada.
  • Mendelegasikan tugas monitoring ke pihak ketiga bila diperlukan.

WSLA Framework

Terdiri dari dua bagian:

  1. Runtime architecture — berisi berbagai SLA monitoring services.
  2. WSLA Language — bahasa untuk mendefinisikan SLA.

Design goals: bahasa yang fleksibel & formal; integrasi dengan sistem e-commerce yang ada; delegasi tugas monitoring ke pihak ketiga; ketersediaan informasi SLA ke berbagai pihak; konfigurasi Managed Resource berbasis SLA.

Terminologi WSLA

Urutan dari yang paling provider-defined ke customer-defined:

IstilahDefinisi
Resource MetricsDiambil langsung dari resource yang berada di tingkatan service provider
Composition MetricsDisusun dari beberapa resource metrics atau composition metrics lain memakai algoritma tertentu
SLA ParametersMenempatkan metrik yang tersedia dari provider ke dalam konteks pelanggan spesifik
Business MetricsMenghubungkan SLA Parameters dengan ketentuan finansial yang relevan bagi pelanggan

Relasi: Business Metrics ↔ SLA Parameters lewat mapping; SLA Parameters ← Composition Metrics ← Resource Metrics lewat function/measurement directive.

WSLA Runtime Architecture

Empat layanan SLA monitoring utama:

  1. Establishment & Deployment Service — negosiasi & pembuatan SLA; men-deploy bagian relevan ke berbagai pihak.
  2. Measurement Service — mengukur Resource Metrics dan mengagregasikannya menjadi SLA Parameters.
  3. Condition Evaluation Service — membandingkan SLA Parameters terukur terhadap ambang batas (threshold) yang didefinisikan di dokumen SLA; memberi notifikasi jika terjadi pelanggaran.
  4. Management Service — mengambil tindakan untuk mengatasi masalah akibat pelanggaran SLA.

Alur interaksi: Service Customer negotiate/sign → Establishment → deploy ke SLA Compliance Monitor (Measurement → Condition Evaluation → report) → Service Provider (Web Service via WSDL) → jika ada pelanggaran, Management → act ke Business Entity → hingga akhirnya Service Customer bisa terminate.

WSLA Language (Struktur)

Diagram kelas WSLA Language: sebuah SLA terdiri dari Parties (SupportingParty, SignatoryParty), ServiceDefinition (berisi ServiceObject → SLAParameter → Metric yang didefinisikan MeasurementDirective/Function), dan Obligations (ServiceLevelObjective, ActionGuarantee) yang keduanya memakai Guarantee.

Contoh implementasi:

  • Defining SLA parameters & metrics: <SLAParameter name="OverloadPct"> dihubungkan ke <Metric>OverLoadPct</Metric>, ditentukan pihak yang terlibat (Source, Pull, Push), lalu metrik itu sendiri didefinisikan lewat <Function xsi:type="PctGTThreshold"> (menghitung berapa persen nilai UtilizationTimeSeries di atas 0.8) yang datanya diambil tiap 5 menit menyimpan 12 sampel terakhir (ProbedUtilization, Window=12).
  • Defining SLO & Guarantees: <ServiceLevelObjective> menyatakan siapa yang terikat kewajiban (Obliged: ACMEProvider), periode validitas, precondition (mis. OverloadPct < 0.3), guarantee (mis. AvgThroughput > 1000), dan kapan ekspresi SLO dievaluasi (EvaluationEvent: NewValue).

Flashcard

flashcards Apa perbedaan SLA dan WSLA? :: SLA = persetujuan umum antara provider & customer (target kinerja, pengukuran deviasi, kompensasi pelanggaran). WSLA = standar khusus untuk monitoring & mengelola kepatuhan SLA pada web service, dikembangkan IBM 2001. Sebutkan 4 layanan dalam WSLA Runtime Architecture :: Establishment & Deployment Service (negosiasi & deploy SLA), Measurement Service (ukur resource metrics → SLA parameters), Condition Evaluation Service (bandingkan ke threshold, notifikasi pelanggaran), Management Service (aksi atasi pelanggaran). Jelaskan 4 terminologi WSLA dari provider-defined ke customer-defined :: Resource Metrics (langsung dari resource provider) → Composition Metrics (gabungan beberapa resource/composition metrics via algoritma) → SLA Parameters (metrik dalam konteks pelanggan spesifik) → Business Metrics (menghubungkan SLA Parameters ke ketentuan finansial pelanggan). Sebutkan 5 design goals WSLA Framework :: Bahasa fleksibel & formal, integrasi dengan sistem e-commerce yang ada, delegasi monitoring ke pihak ketiga, ketersediaan info SLA ke berbagai pihak, konfigurasi Managed Resource berbasis SLA. Apa komponen utama dari sebuah dokumen SLA menurut WSLA Language? :: Parties (SupportingParty, SignatoryParty), ServiceDefinition (ServiceObject → SLAParameter → Metric), dan Obligations (ServiceLevelObjective, ActionGuarantee).