Empat metode umum untuk mentransformasi bilangan random (uniform ) menjadi random variate dari distribusi tertentu: Inverse Transform, Komposisi, Konvolusi, dan Penerimaan-Penolakan (acceptance-rejection).
Metode Inverse Transform
Variabel Random Kontinu
Untuk menggenerate (dengan asumsi ada):
- Generate bilangan random uniform .
- Set .
Bukti: — karena monoton naik, dan CDF uniform untuk .
Algoritma umum: diberikan CDF atau densitas (integralkan dulu bila diberi densitas — kesalahan tersering: salah batas integrasi); set dan selesaikan dalam bentuk , pastikan solusi berada di rentang yang benar.
Contoh — eksponensial : , . Dari : . Karena juga uniform bila uniform, cukup dipakai .
Variabel Random Diskrit
Untuk pmf : generate , lalu set jika .
Efisiensi: waktu eksekusi proporsional terhadap jumlah interval yang harus diperiksa — sehingga lebih efisien mengurutkan nilai berdasarkan menurun (nilai dengan probabilitas terbesar dicek lebih dulu).
Contoh geometrik: , . CDF . Diperoleh bentuk tertutup:
Contoh binomial: tidak ada bentuk tertutup, dipakai algoritma iteratif memakai relasi rekursif — cari terkecil sehingga kumulatif melebihi .
Kelebihan & Kekurangan
- Kekurangan: butuh bentuk tertutup untuk ; seringkali lambat karena banyak perbandingan.
- Kelebihan: mempertahankan monotonicity ( yang lebih besar selalu menghasilkan yang lebih besar pula, karena monoton naik) dan korelasi — berguna untuk teknik reduksi variansi (mis. memakai yang sama di beberapa skenario agar hasilnya bisa dibandingkan secara berpasangan), membangkitkan truncated distribution (distribusi yang “dipotong” hanya pada sub-interval tertentu — cukup dibatasi dengan membatasi rentang sesuai interval tersebut), dan order statistics (sampel yang sudah terurut , bisa langsung diperoleh dengan mentransformasi yang sudah terurut lebih dulu).
Metode Konvolusi
Jika adalah jumlah dari variabel random independen (masing-masing ):
Algoritma: generate bilangan random ; hitung (inverse transform); set .
Disebut metode konvolusi karena densitas adalah hasil konvolusi densitas-densitas komponennya: .
Contoh — Erlang: jika independen, maka . Algoritma: generate ; ; . Kekurangan: butuh bilangan random untuk 1 sample — tidak efisien untuk besar.
Metode Komposisi
Dipakai bila fungsi distribusi yang ingin digenerate dapat dituliskan sebagai kombinasi konveks dari fungsi distribusi lain :
(meski dituliskan tak hingga, biasanya cukup komponen dengan untuk ). Ide dasarnya: kita berharap men-generate sample dari lebih mudah dibanding dari langsung.
Contoh — distribusi eksponensial-ganda (Laplace): untuk semua real. Fungsi ini adalah komposisi dan dengan . Algoritma: generate ; jika maka , sebaliknya .
Metode Penerimaan-Penolakan (Acceptance-Rejection)
Memerlukan fungsi yang melingkupi densitas target: . Karena bukan densitas (), didefinisikan densitas .
Algoritma:
- Generate dengan densitas .
- Generate , independen terhadap .
- Jika , maka ; jika tidak, ulangi dari langkah 1.
Contoh — beta(4,3): untuk . Karena berderajat polinomial 6 (sulit dicari baliknya), dipakai penerimaan-penolakan. Nilai maksimum terjadi di , , sehingga (konstan) untuk ; , dan menjadi densitas . Algoritma: generate ; cek — jika ya , jika tidak ulangi.
Membangkitkan Variabel Random Kontinu Tertentu
Uniform
. Algoritma: generate ; .
Eksponensial
Algoritma: generate ; (mean ).
m-Erlang
Jika punya mean , dimana eksponensial dengan mean . Dengan metode konvolusi:
Algoritma: generate IID ; .
Gamma,
Variabel random Gamma umum kompleks; kasus diperoleh dari dengan . (Catatan: gamma(1,1) = eksponensial mean 1). Untuk dipakai penerimaan-penolakan, dengan fungsi pendominasi berbeda untuk dan , serta . Fungsi densitas rasio untuk , dan untuk .
Weibull
. Algoritma: generate ; .
Normal (Metode Polar)
Cukup membangkitkan (variabel diperoleh dari transformasi linier). Metode polar membangkitkan sepasang sekaligus:
Algoritma:
- Generate IID ; hitung untuk ; hitung .
- Jika , kembali ke langkah 1. Jika tidak: hitung ; ; . Maka adalah IID .
Sumber
- Materi kuliah IF4021 Model dan Simulasi, minggu 9, “Inverse Transform Method” (bagian 2: continuous & discrete random variables, convolution) dan “Men-generate bilangan Random Variate” (komposisi, penerimaan-penolakan, distribusi kontinu tertentu).
Flashcard
flashcards
Bagaimana bukti bahwa algoritma inverse transform (X = F⁻¹(U)) menghasilkan sample dengan CDF tepat F(x)? :: P(X≤x) = P(F⁻¹(U)≤x) = P(U≤F(x)) [karena F monoton naik] = F(x) [karena CDF uniform F_U(y)=y untuk y∈[0,1]].
Mengapa untuk variabel random diskrit, lebih efisien mengurutkan nilai x_j berdasarkan p_i menurun sebelum menerapkan inverse transform? :: Karena waktu eksekusi algoritma proporsional terhadap jumlah interval yang harus diperiksa sebelum menemukan interval yang tepat; dengan mengurutkan probabilitas terbesar dicek lebih dulu, rata-rata jumlah perbandingan yang dibutuhkan menjadi lebih kecil.
Apa dua kekurangan utama metode inverse transform, dan apa kelebihan utamanya? :: Kekurangan: (1) butuh bentuk tertutup untuk F(x), (2) seringkali lambat karena banyak perbandingan. Kelebihan: mempertahankan monotonicity dan korelasi, berguna untuk variance reduction, truncated distribution, dan order statistics.
Bagaimana metode konvolusi membangkitkan random variate Erlang(λ,m), dan mengapa metode ini disebut “konvolusi”? :: Membangkitkan m variate eksponensial independen Z_i = -(1/λ)ln(U_i) lalu menjumlahkannya X=ΣZ_i; disebut konvolusi karena densitas fX adalah hasil operasi konvolusi f1f2…*fm dari densitas komponennya.
Kapan metode komposisi digunakan untuk membangkitkan random variate, dan apa syarat pj serta Fj di dalamnya? :: Digunakan bila F(x) dapat dituliskan sebagai kombinasi konveks Σp_j F_j(x) dari distribusi lain yang lebih mudah digenerate; syaratnya p_j≥0, Σp_j=1, dan F_j adalah fungsi distribusi yang sah.
Jelaskan tiga langkah algoritma penerimaan-penolakan (acceptance-rejection), dan apa syarat fungsi t(x)? :: (1) Generate Y dengan densitas r=t/c, (2) generate UU(0,1) independen dari Y, (3) jika U≤f(Y)/t(Y) maka X=Y, jika tidak ulangi dari langkah 1. Syarat t(x): t(x)≥f(x) untuk semua x (melingkupi densitas target).
Mengapa distribusi beta(4,3) pada contoh materi dibangkitkan dengan penerimaan-penolakan, bukan inverse transform? :: Karena F(x) distribusi beta(4,3) berbentuk polinomial derajat 6, sehingga sulit dicari fungsi baliknya (inverse) secara analitik — penerimaan-penolakan menghindari kebutuhan tersebut dengan memakai fungsi pendominasi konstan t(x)=2.0736 (nilai maksimum f di x=0.6).
Bagaimana metode polar membangkitkan sepasang variate N(0,1) sekaligus? :: Generate U1,U2U(0,1), hitung V_i=2U_i-1 dan W=V1²+V2²; jika W>1 ulangi; jika tidak, hitung Y=√((-2 ln W)/W), lalu X1=V1·Y dan X2=V2·Y — keduanya IID N(0,1).