Catatan tentang Teori Johari Window (Jendela Jati Diri) — model empat kuadran untuk memahami diri dalam relasi dengan orang lain, dikembangkan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham (nama “Johari” adalah gabungan JOseph dan HArrington-Ingham). Membahas empat bidang jendela, bagaimana kepercayaan dan umpan balik mengubah ukuran tiap bidang, situasi komunikasi antar dua orang, serta karakteristik sikap terbuka vs tertutup.
Empat Bidang Jendela Johari
Jendela Johari disusun dari dua sumbu: dikenal/tak dikenal diri sendiri (kolom) dan dikenal/tak dikenal orang lain (baris).
| Dikenal Diri Sendiri | Tak Dikenal Diri Sendiri | |
|---|---|---|
| Dikenal Orang Lain | 1. Diri Terbuka (Open area) | 3. Diri Terlena (Blind area) |
| Tak Dikenal Orang Lain | 2. Diri Tersembunyi (Hidden area) | 4. Diri Tak Dikenal Siapapun (Unknown area) |
Bidang 1: Diri Terbuka (Open Area)
Disadari diri sendiri, dan ditampilkan kepada orang lain atas kemauan sendiri. Misalnya perasaan, pendapat, dan pikiran yang dipilih untuk disampaikan ke orang lain — termasuk hal-hal yang memang tidak dapat ditutupi terhadap orang lain, seperti bentuk wajah, badan, usia.
Bidang 2: Diri Tersembunyi (Hidden Area)
Bagian yang disadari diri sendiri tapi tidak/belum disampaikan ke orang lain. Mungkin juga individu tidak tahu bagaimana menyampaikannya — misalnya tidak setuju dengan pendapat orang lain tapi tidak menyampaikannya karena bisa membuat malu sendiri, perasaan ketidakpastian, atau keinginan-keinginan yang bersifat rahasia.
Bidang 3: Diri Terlena (Blind Area)
Bagian diri yang tanpa disadari dirinya sendiri, tertutup terhadap dirinya, namun diketahui atau tersampaikan ke orang lain. Misalnya kebiasaan, sifat, dan kemampuan tertentu yang tanpa disadari ada pada dirinya, sering berpengaruh (positif-negatif) terhadap orang lain — seperti sering melakukan interupsi, marah, kurang memperhatikan perasaan orang lain, sering membantah, atau membanggakan diri sendiri.
Bidang 4: Diri Tak Dikenal Siapapun (Unknown Area)
Bagian diri yang tak dikenal diri sendiri maupun orang lain. Bisa berupa motif atau kebutuhan yang tidak disadari, atau didesak ke bawah sadar sehingga tidak dikenal lagi — namun tetap memengaruhi tindakan dalam berhubungan dengan orang lain.
Kepercayaan dan Umpan Balik: Mengubah Ukuran Jendela
Bidang 1 (Diri Terbuka) yang sempit menandakan seseorang kurang terbuka — banyak hal dari dirinya yang ditutupi sehingga hubungan menjadi tidak efektif. Ini terjadi karena tidak ada kepercayaan pada orang lain: takut kehilangan harga diri, atau tidak enak menerima kritik.
Untuk mengatasinya, individu perlu mengembangkan kepercayaan dengan membuka diri terhadap pendapat, perasaan, dan pikiran orang lain — sekaligus membuka jalan bagi orang lain untuk memberikan umpan balik kepadanya. Dengan begitu, Bidang 1 melebar, dan terjadi perbaikan dalam hubungan dengan orang lain.
- Kepercayaan mengecilkan Bidang 2 (Diri Tersembunyi) — makin kita percaya orang lain, makin sedikit yang perlu disembunyikan.
- Umpan balik mengecilkan Bidang 3 (Diri Terlena) — makin kita terbuka menerima masukan orang lain, makin berkurang area yang tidak kita sadari sendiri.
Situasi Komunikasi Antar Dua Orang
Ketika dua orang (A dan B) berkomunikasi, jendela Johari masing-masing saling berhubungan lewat beberapa jalur:
- A. Komunikasi Terbuka — pertukaran dua arah antara Diri Terbuka kedua pihak
- B. Tak Sengaja Terkomunikasikan — hubungan silang antara Diri Terbuka satu pihak dengan Diri Terlena pihak lain
- C. Penyampaian dimana masing-masing terlena terhadap perasaannya — pertukaran antara Diri Terlena kedua pihak
- D. Mempercayakan — dari Diri Tersembunyi satu pihak menuju Diri Terbuka pihak lain
- E. Penyampaian dengan perasaan atau duga-menduga — dari Diri Tak Dikenal Siapapun satu pihak menuju Diri Terbuka pihak lain

Perbedaan Karakteristik Orang Terbuka dan Orang Tertutup
| Sikap Terbuka | Sikap Tertutup |
|---|---|
| Menilai pesan secara objektif dengan data & keajegan logika | Menilai pesan berdasarkan motif |
| Membedakan dengan mudah, melihat suasana | Berpikir simplisis (hitam putih) tanpa nuansa |
| Berorientasi pada isi pesan | Bersandar lebih banyak pada sumber pesan daripada isi pesan |
| Mencari informasi dari berbagai sumber | Mencari informasi tentang kepercayaan orang dari sumbernya sendiri, bukan kepercayaan orang lain |
| Lebih bersifat provisionalis dan bersedia mengubah kepercayaan | Secara kaku mempertahankan dan memegang teguh sistem kepercayaan |
| Mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaan | Menolak/mengabaikan pesan yang tidak konsisten dengan sistem kepercayaan |
Profil Individu A (Bidang 1 Sempit) vs Individu B (Bidang 1 Lebar)
- Individu A — kurang memahami diri sendiri, tingkah lakunya terbatas, perasaannya kurang terbuka, kurang luas cara pandang dan variasi hidupnya.
- Individu B — terbuka terhadap dunia sekelilingnya, potensi diri disadari, perasaan dan pikirannya terbuka untuk pengalaman-pengalaman hidup yang menyedihkan maupun menyenangkan. Ia lebih spontan dan bersikap jujur apa adanya pada orang lain.
Flashcard
flashcards Dari mana asal nama “Johari Window”, dan apa istilah Indonesianya? :: Dari nama Joseph Luft dan Harrington Ingham (gabungan JOseph dan HArrington-Ingham); istilah Indonesianya “Jendela Jati Diri”. Sebutkan empat bidang Jendela Johari beserta dua sumbu yang membentuknya :: Diri Terbuka, Diri Tersembunyi, Diri Terlena, dan Diri Tak Dikenal Siapapun — dibentuk dari sumbu dikenal/tak dikenal diri sendiri (kolom) dan dikenal/tak dikenal orang lain (baris). Apa perbedaan Diri Tersembunyi (Bidang 2) dan Diri Terlena (Bidang 3)? :: Diri Tersembunyi disadari diri sendiri tapi belum disampaikan ke orang lain (hidden area); Diri Terlena tidak disadari diri sendiri tapi diketahui/tersampaikan ke orang lain (blind area). Bagaimana cara memperlebar Bidang 1 (Diri Terbuka) menurut teori ini? :: Dengan mengembangkan kepercayaan (membuka diri terhadap pendapat/perasaan/pikiran orang lain) dan membuka jalan bagi umpan balik dari orang lain — kepercayaan mengecilkan Diri Tersembunyi, umpan balik mengecilkan Diri Terlena. Dalam situasi komunikasi antar dua orang, apa yang dimaksud jalur “D. Mempercayakan”? :: Penyampaian dari Diri Tersembunyi satu pihak menuju Diri Terbuka pihak lain — yaitu seseorang membagikan hal yang tadinya disembunyikan kepada lawan bicaranya. Sebutkan tiga perbedaan karakteristik sikap terbuka vs sikap tertutup dalam menilai pesan :: Sikap terbuka menilai pesan secara objektif dengan data & logika, berorientasi pada isi pesan, dan bersedia mengubah kepercayaan (provisionalis); sikap tertutup menilai berdasarkan motif, bersandar pada sumber pesan, dan kaku mempertahankan sistem kepercayaan. Apa ciri utama Individu B (dengan Bidang 1 yang lebar) dibanding Individu A? :: Individu B terbuka terhadap dunia sekelilingnya, potensi dirinya disadari, terbuka pada pengalaman hidup (senang maupun sedih), spontan, dan jujur apa adanya; Individu A kurang memahami diri sendiri, tingkah lakunya terbatas, dan kurang luas cara pandangnya.