Catatan hasil KONSOLIDASI dari dua file materi (“Situasi Sosial” dan “Interaksi Sosial no kelompok” — judul yang terakhir menyesatkan karena isinya justru versi situasi sosial & kelompok yang lebih lengkap) yang membahas tema sama: situasi sosial, jenis-jenisnya (situasi kebersamaan vs situasi kelompok sosial), proses & dasar pembentukan kelompok, syarat terbentuknya kelompok, hingga jenis-jenis kelompok sosial.
Pengertian Situasi Sosial
Situasi sosial adalah situasi & kondisi dimana berlangsung relasi/hubungan antara dua atau lebih individu dalam suatu kelompok.
Situasi sosial terbagi menjadi dua jenis:
- Situasi Kebersamaan (togetherness situation)
- Situasi Kelompok Sosial
Situasi Kebersamaan (Togetherness Situation)
Situasi di mana sejumlah individu berkumpul pada suatu waktu dan tempat tertentu, yang menimbulkan dan mengarahkan tingkah laku secara spontan. Disebut juga oleh Le Bonn sebagai situasi massa (crowd).
Contoh: kerumunan orang di pasar, bioskop, stadion pertandingan sepak bola, dsb.
Karakteristik Tingkah Laku Massa (Crowd)
Bertindak spontan, imitasi, impulsif, emosional, suggestibel, irrasional, adakalanya agresif, ingin bertindak nyata.
Ciri-Ciri Individu dalam Situasi Kebersamaan (Kinch)
- Bertanggung jawab dalam waktu yang relatif pendek
- Para pesertanya berhubungan secara fisik (misalnya berdesak-desakan)
- Kurang adanya aturan yang terorganisir
- Interaksinya bersifat spontan
Situasi Kelompok Sosial
Kelompok Sosial adalah sekumpulan (himpunan) individu dengan karakteristik tertentu dan kesamaan identitas, yang saling berinteraksi bersama serta memiliki kesadaran kolektif sebagai satu kesatuan. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat, dan kelompok dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.
Kriteria Himpunan yang Disebut Kelompok (Soerjono Soekanto)
- Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan
- Ada hubungan timbal balik antara anggota satu dengan lainnya
- Ada satu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat (nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama)
- Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku
Ciri Utama Kelompok (Sherif)
- Individu yang berinteraksi di dalam kelompok mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok dan memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok
- Memiliki kesamaan motif, visi, dan tujuan
- Memiliki norma dan nilai yang disepakati bersama
- Memiliki rasa kebersamaan dan solidaritas
- Bersistem dan berproses, sehingga ada penegasan struktur kelompok dan peneguhan norma kelompok
Proses & Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
Pertanyaan kuncinya: bagaimana suatu kelompok terbentuk, apa alasan dan tujuannya? Kelompok bisa terbentuk karena:
- Adanya komunikasi
- Memiliki motif dan tujuan yang sama
- Adanya kerja sama secara fungsional
- Atau, mungkin terbentuk secara kebetulan
Social Exchange Theory (Thibaut & Kelley, 1959)
Orang cenderung senang berkelompok, selalu dikaitkan dengan kesenangan yang diperoleh dan kerugian (biaya) yang ditimbulkan. Biaya/kerugian di sini lebih ke arah waktu, jasa, tenaga — serta didefinisikan sebagai hambatan, kecemasan, sakit hati, dsb.
Klasifikasi Dasar Pembentukan Kelompok
- Dasar Psikologis — sifat dasar manusia sebagai mahluk sosial mengelompokkan dirinya dalam berbagai kelompok. Pertumbuhan dan perkembangan manusia baru mungkin terjadi di dalam hubungan sosial, dan di dalamnya akan terjadi interaksi sosial serta saling pengaruh-mempengaruhi (interdependency) yang bisa bernilai konstruktif maupun destruktif.
- Dasar Pedagogis — terbentuknya kelompok dapat meningkatkan taraf perkembangan kepribadian seseorang, karena sistem psiko-fisik individu berkembang dalam hubungan/pergaulannya dengan orang lain.
- Dasar Didaktis — kelompok berguna sebagai tools/alat perantara (media) penyampai materi ke anggota kelompok; melalui kerja kelompok (misalnya diskusi), anggota saling melengkapi (sinergi).
Persyaratan Terbentuknya Kelompok
- Kesadaran berkelompok — setiap anggota sadar bahwa ia bagian dari kelompok
- Interaksi sosial — adanya hubungan timbal balik (interdependency)
- Organisasi Sosial — terdapatnya struktur organisasi, dan adanya faktor yang dimiliki bersama anggota-anggota kelompok, sehingga membuat hubungan antar anggota bertambah erat serta merasa senasib-sepenanggungan (sense of belonging & solidaritas kelompok)
In-Group dan Out-Group
- In-group — biasanya disertai perasaan persaudaraan; anggota kelompok dipandang sebagai ‘orang kita’, keluarga sendiri, dsb.
- Out-group — orang-orang di luar sering dipandang sebagai ‘asing’/‘orang lain’, dan segala sesuatu yang berbeda atau tidak termasuk kelompok sendiri sering dianggap kurang baik.
Dalam hubungan in-group dan out-group ini terdapat dua proses/hubungan yang bersifat sosial:
- Cooperation
- Opposition, yang wujudnya bisa berupa Conflict atau Competition
Jenis-Jenis Kelompok Sosial
Kelompok Primer vs Sekunder
| Kelompok Primer (face-to-face group) | Kelompok Sekunder | |
|---|---|---|
| Ciri | Interaksi sosial lebih intensif, lebih saling mengenal, lebih erat | Saling hubungan tidak langsung, kurang bersifat kekeluargaan |
| Menurut Tonnies | Bersifat gemeinschaft — kekeluargaan, bantu-membantu, berdasarkan simpati | Bersifat gesselschaft — interaksi berdasarkan perhitungan rasional/objektif (zakelijkheid) |
| Contoh | Keluarga, rukun tetangga, kelompok pertemanan, kelompok belajar, kelompok agama | Partai politik, serikat pekerja |
Jenis Situasi Kelompok: Formal vs Informal
- Kelompok Formal (resmi) — interaksi bercorak pertimbangan rasional/objektif. Contoh: semua perkumpulan yang beranggaran dasar dan beranggaran rumah tangga.
- Kelompok Informal (tidak resmi) — interaksi berdasarkan saling mengerti yang mendalam, tidak didukung anggaran dasar/rumah tangga; peran, pembagian tugas, dan norma kelompok tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis. Mirip kelompok primer: erat, kekeluargaan, bercorak simpati. Contoh: keluarga, kelompok pertemanan.
Kelompok Sosial Berdasarkan Keteraturan
- Kelompok yang bersifat teratur: Gemeinschaft (paguyuban) dan Gesselschaft (komunitas)
- Kelompok yang bersifat tidak teratur: Kerumunan dan Publik
Flashcard
flashcards Apa pengertian Situasi Sosial, dan apa dua jenis utamanya? :: Situasi & kondisi dimana berlangsung relasi/hubungan antara dua atau lebih individu dalam suatu kelompok. Dua jenisnya: Situasi Kebersamaan (togetherness situation) dan Situasi Kelompok Sosial. Apa itu Situasi Kebersamaan menurut Le Bonn, dan sebutkan tiga karakteristik tingkah laku massa (crowd)? :: Situasi dimana sejumlah individu berkumpul pada waktu & tempat tertentu yang menimbulkan tingkah laku spontan, disebut juga situasi massa (crowd). Karakteristiknya antara lain: bertindak spontan, impulsif, emosional (jawaban lain valid: imitasi, suggestibel, irrasional, adakalanya agresif, ingin bertindak nyata). Sebutkan empat kriteria himpunan yang disebut kelompok menurut Soerjono Soekanto :: (1) setiap anggota sadar menjadi bagian kelompok, (2) ada hubungan timbal balik antar anggota, (3) ada faktor yang dimiliki bersama (nasib/kepentingan/tujuan/ideologi sama), (4) berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku. Menurut Social Exchange Theory Thibaut & Kelley (1959), apa yang mendasari kecenderungan orang senang berkelompok? :: Selalu dikaitkan dengan kesenangan yang diperoleh dan kerugian/biaya yang ditimbulkan (biaya berupa waktu, jasa, tenaga, atau didefinisikan sebagai hambatan, kecemasan, sakit hati). Sebutkan tiga dasar klasifikasi pembentukan kelompok dan jelaskan singkat masing-masing :: Dasar Psikologis (sifat dasar manusia sebagai mahluk sosial mengelompokkan diri, terjadi interaksi & interdependency), Dasar Pedagogis (kelompok meningkatkan perkembangan kepribadian lewat pergaulan), Dasar Didaktis (kelompok sebagai media penyampai materi & sinergi lewat kerja kelompok). Apa perbedaan sikap in-group dan out-group? :: In-group memandang anggotanya sebagai “orang kita”/keluarga sendiri disertai rasa persaudaraan; out-group memandang orang di luar sebagai “asing”/“orang lain” dan sesuatu yang berbeda sering dianggap kurang baik. Apa perbedaan Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder menurut Tonnies, beserta contohnya? :: Kelompok Primer bersifat gemeinschaft (kekeluargaan, bantu-membantu, berdasarkan simpati; contoh: keluarga, kelompok pertemanan). Kelompok Sekunder bersifat gesselschaft (interaksi berdasarkan perhitungan rasional/objektif; contoh: partai politik, serikat pekerja). Apa perbedaan Kelompok Formal dan Informal? :: Kelompok Formal beranggaran dasar/rumah tangga dengan interaksi rasional/objektif (contoh: perkumpulan resmi); Kelompok Informal tidak didukung anggaran dasar/rumah tangga, peran & norma tidak dirumuskan tegas, mirip kelompok primer yang erat dan berdasarkan simpati (contoh: keluarga, kelompok pertemanan). Sebutkan dua kelompok sosial yang bersifat teratur dan dua yang bersifat tidak teratur :: Teratur: Gemeinschaft (paguyuban) dan Gesselschaft (komunitas). Tidak teratur: Kerumunan dan Publik.