Catatan tentang objek kajian Psikologi Sosial, yaitu hakikat manusia menurut Kuypers: mahluk individual/pribadi, mahluk sosial, dan mahluk ber-Tuhan. Membahas bagaimana manusia sebagai pribadi yang khas (dengan kepribadiannya) sekaligus tidak bisa lepas dari kebutuhan berhubungan dengan orang lain, serta kebutuhan untuk mengakui adanya Tuhan sebagai hakekat kehidupan.
Hakikat Manusia (Kuypers)
Objek Psikologi Sosial adalah manusia dilihat dari tiga hakikatnya:
- Mahluk individual/pribadi
- Mahluk sosial
- Mahluk ber-Tuhan-an
Manusia sebagai Mahluk Individu
Kata individu berasal dari individere, yang berarti “tidak dapat dibagi-bagi”.
Pandangan Filsuf tentang Manusia
| Tokoh | Pandangan |
|---|---|
| Aristoteles | Manusia adalah penjumlahan beberapa kemampuan yang bekerja sendiri-sendiri: kemampuan vegetatif (makan, minum, dsb), sensitif (bergerak, mengamati, bernafsu, berperasaan), dan intelektif (berkemauan, berkecerdasan). |
| Descartes | Manusia terdiri atas zat rohani dan zat material, yang masing-masing punya aturan tersendiri — bahkan bisa saling bertentangan. |
| Asosiasionis | Jiwa manusia terdiri atas unsur-unsur pengalaman sederhana yang saling disambungkan secara mekanis oleh dalil-dalil asosiasi: reflections, sensations, ideas, dan impressions. |
| Wilhelm Wundt (Psikologi Modern) | Tingkah laku, aktivitas, dan kegiatan manusia adalah pekerjaan keseluruhan jiwa raga — berbuat, kecewa, atau senang karena sesuatu dilakukan dengan seluruh jiwa raga, bukan terpisah. |
Kesimpulannya, manusia merupakan keseluruhan raga dan jiwa yang tak dapat dibagi-bagi — bertingkah laku tidak atas dasar tubuhnya saja atau jiwanya saja.
Kepribadian sebagai Ciri Individu
Manusia sebagai mahluk individu adalah pribadi yang khas, memiliki corak kepribadian sendiri (meliputi kecakapan dan kemampuan/personal skill). Kepribadian khas inilah yang menentukan pola perilaku dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Definisi kepribadian menurut Allport: “the dynamic organization of those psycho-physic systems that determine good adjustment with the environment”. Kepribadian menentukan apakah seseorang good adjustment atau maladjustment, dan apakah ia sudah dewasa (mature) atau belum.
Pembahasan lebih dalam soal teori-teori kepribadian ada di catatan Kepribadian.
Pribadi Matang?
- Intra-personal skill — kemampuan teknis (pendidikan, keterampilan tinggi, pengetahuan luas) yang dilengkapi kemampuan psikologis: tanggung jawab, disiplin, jujur, kreatif, mandiri, motivasi & pengendalian emosi yang kuat, proaktif, tegas dalam mengambil keputusan, menetapkan prioritas, dan punya target hidup.
- Inter-personal skill — komunikatif, luwes dalam pergaulan, punya rasa empati, menyadari saling ketergantungan, saling menghargai, bersinergi, berpikir sama-sama menang (win-win), dan punya sikap kepemimpinan.
- Integritas — sikap dan perilaku dibingkai nilai (values) yang kuat: tatanan sosial dan tatanan agama (etika, norma, moral, nurani).
Manusia sebagai Mahluk Sosial
Sejak lahir, seseorang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya (antara lain kebutuhan biologis) supaya dapat bertahan dan melangsungkan hidup.
Sejalan dengan pertambahan usia, hubungan dengan orang lain tidak lagi terbatas pada kebutuhan biologis, tapi mulai melibatkan hubungan psikis, terutama dengan ibu — misalnya merespon secara emosi terhadap senyuman, belaian, atau sentuhan ibunya.
Bertambah besar, anak mulai bergaul dengan kawan sebaya (peer group), lebih aktif dalam relasi sosial, ikut membentuk norma-norma pergaulan untuk hubungan timbal balik (interdependency) dengan kelompok — sehingga anak mulai menyadari perannya dalam kelompok berdasarkan hubungan timbal balik tersebut.
Fungsi Kelompok/Situasi Sosial bagi Individu
- Tempat memperoleh sesuatu
- Tempat memberikan sumbangan (kontribusi)
- Tempat belajar dan mengembangkan kemampuan untuk berkontribusi pada kelompok sosial
- Tempat belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial dan norma-norma
- Tempat belajar menahan keinginan sendiri demi kepentingan kelompok
- Tempat membentuk norma baru, baik dalam diri maupun kelompok
Pembahasan lengkap soal kelompok sosial dan jenis-jenisnya ada di catatan Situasi Sosial dan Kelompok Sosial.
Manusia sebagai Mahluk Ber-Tuhan
Setiap manusia yang dewasa dan sadar diri menerima kepercayaan akan Tuhan sebagai hakekat dalam peri kehidupan manusia.
Flashcard
flashcards Apa tiga hakikat manusia sebagai objek Psikologi Sosial menurut Kuypers? :: Mahluk individual/pribadi, mahluk sosial, dan mahluk ber-Tuhan-an. Apa arti kata “individu” secara etimologis, dan apa maknanya bagi pemahaman manusia sebagai mahluk individu? :: Berasal dari kata individere yang berarti “tidak dapat dibagi-bagi” — manusia merupakan keseluruhan raga dan jiwa yang tak dapat dipisah, tidak bertingkah laku atas dasar tubuh saja atau jiwa saja. Bagaimana pandangan Wilhelm Wundt tentang tingkah laku manusia dibanding pandangan Descartes? :: Wundt menegaskan tingkah laku manusia adalah pekerjaan keseluruhan jiwa raga (tidak terpisah), sedangkan Descartes memandang manusia terdiri atas zat rohani dan zat material dengan aturan masing-masing yang bahkan bisa bertentangan. Apa definisi kepribadian menurut Allport, dan apa yang ditentukan oleh kepribadian? :: The dynamic organization of those psycho-physic systems that determine good adjustment with the environment — kepribadian menentukan apakah seseorang good adjustment atau maladjustment, dan apakah ia sudah mature atau belum. Sebutkan tiga komponen pribadi matang menurut materi ini :: Intra-personal skill (kemampuan teknis + psikologis seperti disiplin, tanggung jawab, pengendalian emosi), inter-personal skill (komunikatif, empati, sinergi, kepemimpinan), dan integritas (nilai sosial & agama yang kuat). Mengapa hubungan anak dengan lingkungan berubah sejalan pertambahan usia? :: Awalnya hubungan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis (bertahan hidup), lalu berkembang ke hubungan psikis (respons emosi terhadap ibu), dan makin besar anak mulai bergaul dengan peer group serta ikut membentuk norma pergaulan kelompok. Sebutkan tiga dari enam fungsi kelompok/situasi sosial bagi individu menurut materi ini :: Tempat memperoleh sesuatu, tempat memberi kontribusi/sumbangan, dan tempat belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan serta norma sosial (jawaban lain yang valid: tempat mengembangkan kemampuan, tempat menahan keinginan sendiri demi kelompok, tempat membentuk norma baru).