Catatan tentang Interaksi Sosial: definisi, mengapa kondisi psiko-fisik manusia senantiasa dinamis, penyesuaian diri individu dengan lingkungannya, hingga empat faktor yang mendasari interaksi sosial — Imitasi, Sugesti, Identifikasi, dan Simpati — beserta segi positif-negatif dan syarat-syarat terjadinya masing-masing faktor.
Definisi Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah hubungan antara dua atau lebih individu, dimana tingkah laku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki tingkah laku individu lain, atau sebaliknya (H. Bonner, dalam Social Psychology).
Relasinya bersifat dua arah: Individu ↔ Lingkungan (interdependency).
Mengapa Kondisi Psiko-Fisik Manusia Senantiasa Dinamis
Keadaan/kondisi psiko-fisik manusia tidak konstan, senantiasa berubah/dinamis, karena:
- Adanya perubahan biologis/fisiologis/hormonal (misalnya dari sehat menjadi sakit, badan tumbuh menjadi besar)
- Adanya perubahan minat/interes, kemauan, emosi, motivasi, dsb
- Adanya perubahan situasi
Penyesuaian Diri
Pribadi manusia sebagai mahluk individu — kesatuan utuh jiwa dan badan — tidak akan mewujud tanpa sekaligus meletakkan hubungan (interaksi)-nya dengan lingkungan. Dalam berinteraksi dengan orang lain, masing-masing individu menunjukkan cara-cara tertentu dalam berperilaku, atau memperlihatkan kepribadian yang berbeda-beda.
Definisi kepribadian menurut Allport, Adler, dan Cattel dibahas lengkap di catatan Kepribadian. Ringkasnya: kepribadian adalah keseluruhan sistem psiko-fisik individu — bakat, potensi, serta karakteristik individu yang mewujud lewat caranya yang khas dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam upaya menyesuaikan diri (adjustment).
Bagaimana Individu Berhubungan dengan Lingkungannya (Woodworth)
- Individu dapat bertentangan dengan lingkungan
- Individu dapat menggunakan lingkungan
- Individu dapat berpartisipasi/ikut serta dengan lingkungan
- Individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya
Menyesuaikan diri dalam arti luas terbagi dua:
- Mengubah diri sesuai keadaan lingkungan (autoplastis / pasif)
- Mengubah lingkungan sesuai keadaan/keinginan diri (aloplastis / aktif)
Faktor-Faktor yang Mendasari Interaksi Sosial
Empat faktor utama: Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Simpati.
Imitasi
Menurut Gabriel Tarde, seluruh kehidupan sosial sebenarnya berdasarkan faktor imitasi. Imitasi merupakan segi dari proses interaksi sosial yang menerangkan mengapa dan bagaimana dapat terjadi keseragaman dalam pandangan dan tingkah laku di antara orang banyak — namun imitasi bukanlah dasar pokok dari semua interaksi sosial.
Contoh imitasi: cara anak belajar berbicara; ekspresi diri (cara berterima kasih, memberi hormat, menunjukkan kegembiraan, memberi isyarat, cara berpakaian/trend mode); adat istiadat, tradisi kebudayaan, dan konvensi lainnya.
- Segi positif — dapat merangsang perkembangan watak seseorang dan mendorong individu/kelompok melakukan perbuatan baik, terutama jika seseorang telah dididik dalam tradisi tertentu yang memberi kerangka tingkah laku dan sikap moral sebagai titik tolak perkembangan diri secara positif.
- Segi negatif — jika hal yang ditiru salah secara moral/yuridis, dapat menimbulkan kesalahan kolektif, serta kebiasaan mengimitasi tanpa kritik (mirip sugesti) sehingga menghambat kebiasaan berpikir kritis dan mendangkalkan kehidupan individu.
Kapan orang mudah mengimitasi sesuatu?
- Minat-perhatian yang cukup besar
- Sikap menjunjung tinggi/mengagumi hal yang diimitasi
- Karena pandangan/tingkah laku itu punya penghargaan sosial yang tinggi
Sugesti
Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial hampir sama, bedanya:
- Imitasi — orang yang satu mengikuti sesuatu di luar dirinya/orang lain
- Sugesti — seseorang memberikan pandangan/sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain
Sugesti berperan dalam pembentukan norma-norma kelompok, norma susila, norma politik, prasangka sosial, dsb — pedoman tingkah laku dan adat kebiasaan diambil alih begitu saja tanpa pertimbangan lebih lanjut.
Definisi: perasaan dimana seorang individu menerima suatu cara pandang atau pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
Syarat-syarat terjadinya sugesti:
- Hambatan berpikir
- Keadaan pikiran terpecah-pecah (disosiasi)
- Otoritas/prestise
- Mayoritas
- “Will to believe” (kehendak untuk percaya/keinginan meyakini)
Hasil penelitian R. Messerschmidt (The Suggestibility of Boys and Girls between the Age of Six and Sixteen Years):
- Anak di bawah usia 4 tahun belum bisa disugesti (belum ada kecenderungan sosial)
- Umur 4-9 tahun, makin mudah disugesti (permulaan perkembangan sosialnya)
- Setelahnya, sugestibilitas anak berkurang (mulai berpikir kritis)
Identifikasi
Dalam psikologi, identifikasi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Kecenderungan ini bersifat tidak sadar, tidak hanya lahiriah tapi juga batiniah.
Freud memakai istilah ini untuk menjelaskan cara anak mempelajari norma-norma sosial dari orang tuanya, melalui dua cara utama:
- Melalui didikan orang tua — menghargai tingkah laku yang memenuhi standar tertentu, menghukum yang melanggar
- Melalui proses identifikasi dengan orang tua — anak laki-laki dengan ayahnya, anak perempuan dengan ibunya
Identifikasi berlangsung:
- Secara otomatis/tidak disadari
- Irrasional — berdasarkan perasaan/kecenderungan diri yang tidak diperhitungkan secara rasional (objek identifikasi dipilih berdasarkan penilaian subjektif)
- Melengkapi sistem norma, nilai, cita-cita, dan pedoman tingkah laku
Ikatan antara orang yang mengidentifikasi dengan orang tempat identifikasi merupakan ikatan batin yang lebih mendalam daripada ikatan antar orang yang saling mengimitasi — karena pada identifikasi, orang yang diidentifikasi dinilai terlebih dahulu dengan cukup teliti (dengan perasaan), sedangkan pada imitasi prosesnya berlangsung antar orang yang tidak saling kenal.
Masa dimana paling banyak melakukan identifikasi adalah masa pubertas/remaja — masa paling mudah dipengaruhi contoh baik maupun tidak baik, sehingga dikenal sebagai masa pencarian jati diri.
Simpati
Perasaan tertariknya seseorang terhadap orang lain, yang muncul tidak atas dasar logis rasional, tetapi berdasarkan penilaian perasaan (sebagaimana proses identifikasi).
Perbedaan Simpati dengan Identifikasi:
- Simpati merupakan proses yang timbul secara sadar, berkembang secara perlahan-lahan
- Simpati menghubungkan seseorang dengan orang lain, sedangkan antipati cenderung menghambat atau menghilangkan pergaulan antar manusia (membuat seseorang menolak dalam perasaannya kepada orang lain, tidak suka bergaul)
| Simpati | Identifikasi | |
|---|---|---|
| Dorongan utama | Ingin mengerti dan bekerja sama dengan orang lain | Ingin mengikuti jejak, mencontoh, belajar dari orang lain |
| Sifat hubungan | Menghendaki kerja sama antara dua orang atau lebih yang setaraf | Hanya menghendaki yang satu ingin menjadi seperti yang lain dalam sifat-sifat yang dikaguminya |
| Hasil | Saling pengertian yang lebih mendalam (mutual understanding) | Bermaksud belajar |
Flashcard
flashcards Apa definisi Interaksi Sosial menurut H. Bonner? :: Hubungan antara dua atau lebih individu, dimana tingkah laku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki tingkah laku individu lain, atau sebaliknya. Mengapa kondisi psiko-fisik manusia senantiasa dinamis/berubah? :: Karena adanya perubahan biologis/fisiologis/hormonal (misal sehat jadi sakit), perubahan minat/kemauan/emosi/motivasi, serta perubahan situasi. Sebutkan empat cara individu berhubungan dengan lingkungannya menurut Woodworth :: Individu dapat bertentangan dengan lingkungan, menggunakan lingkungan, berpartisipasi/ikut serta dengan lingkungan, atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Apa perbedaan menyesuaikan diri secara autoplastis dan aloplastis? :: Autoplastis (pasif) adalah mengubah diri sesuai keadaan lingkungan; aloplastis (aktif) adalah mengubah lingkungan sesuai keadaan/keinginan diri. Sebutkan empat faktor yang mendasari interaksi sosial :: Imitasi, Sugesti, Identifikasi, dan Simpati. Apa perbedaan mendasar antara Imitasi dan Sugesti? :: Pada imitasi, orang yang satu mengikuti sesuatu di luar dirinya/orang lain; pada sugesti, seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya sendiri yang lalu diterima orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. Sebutkan lima syarat terjadinya sugesti pada manusia :: Hambatan berpikir, keadaan pikiran terpecah-pecah (disosiasi), otoritas/prestise, mayoritas, dan “will to believe” (kehendak untuk percaya). Menurut Freud, melalui dua cara utama apa anak mempelajari norma-norma sosial dari orang tuanya? :: (1) Melalui didikan orang tua — dihargai jika memenuhi standar, dihukum jika melanggar; (2) melalui proses identifikasi dengan orang tua (anak laki dengan ayah, anak perempuan dengan ibu). Mengapa ikatan pada identifikasi dianggap lebih mendalam daripada ikatan pada imitasi? :: Karena pada identifikasi, orang yang diidentifikasi dinilai terlebih dahulu dengan cukup teliti/penuh perasaan, sedangkan imitasi berlangsung antara orang-orang yang tidak saling kenal. Mengapa masa remaja/pubertas disebut sebagai masa pencarian jati diri? :: Karena masa remaja adalah masa dimana orang paling banyak melakukan identifikasi dengan orang lain dan paling mudah dipengaruhi oleh contoh-contoh baik maupun tidak baik dari orang-orang tempat identifikasi dirinya. Apa perbedaan dorongan utama pada Simpati dibanding Identifikasi? :: Pada simpati, dorongan utamanya ingin mengerti dan bekerja sama dengan orang lain yang setaraf (mutual understanding); pada identifikasi, dorongan utamanya ingin mengikuti jejak/mencontoh/belajar dari orang lain yang dikagumi.