Catatan pendalaman tentang Kepribadian (“Memahami Diri Personal”): definisi dari berbagai pakar, apa yang dimaksud “khas” dalam kepribadian, “public personality” vs “private personality”, faktor-faktor pembentuk kepribadian, lima pendekatan teoritis besar (Trait, Psikoanalisis, Belajar Sosial, Fenomenologis), konsistensi kepribadian, dan metode penilaian kepribadian.
Kepribadian sebagai “Individual Differences”
Dalam psikologi, bicara tentang kepribadian adalah bicara tentang individual differences — karakteristik yang membedakan satu orang dari orang lainnya.
Definisi Kepribadian Menurut Para Pakar
- G.W. Allport — organisasi dinamis dari sistem psiko-fisik seseorang yang turut menentukan cara dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
- Adler — cara khas individu dalam berespon terhadap masalah-masalah hidup atau rangsangan dari luar.
- R.D. Cattel — sesuatu yang memungkinkan untuk meramalkan apa yang akan dilakukan seseorang dalam situasi tertentu.
Dengan kata lain, kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola perilaku dan moda berpikir yang khas, yang menentukan cara orang tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Yang dimaksud “khas” di sini adalah konsistensi dalam perilaku — kecenderungan seseorang untuk bertindak/berpikir dengan cara tertentu dalam situasi yang berbeda-beda. Perilaku adalah hasil interaksi antara karakteristik kepribadian dengan kondisi sosial dan kondisi fisik dari situasi.
Public Personality vs Private Personality
Ada dua pendekatan berbeda soal apakah “perilaku” itu internally controlled atau externally controlled. Yang dimaksud PERILAKU di sini adalah “public personality” — diri kita sebagaimana diamati dan didengar orang lain, diri yang kita tampilkan pada umum. Mencakup:
- Pola berbicara kita
- Cara kita membawa diri
- Kecenderungan umum kita (periang/pemurung)
- Cara kita bereaksi terhadap situasi yang mengancam
- Sikap yang kita tampilkan
Namun ada bagian kepribadian yang “tersembunyi” — “private personality”, mencakup fantasi (mimpi, harapan), pikiran-pikiran kita, dan pengalaman/kenangan yang tidak kita ceritakan ke orang lain. Karena private personality sulit diselidiki, perhatian ahli psikologi lebih dipusatkan pada public personality.
Pembentukan Kepribadian
Seseorang dilahirkan membawa potensi-potensinya: karakteristik fisik (warna mata, rambut, bentuk tubuh, hidung) sudah ditentukan sejak pembuahan. Inteligensia dan kemampuan khusus (bakat seni, musik) sebagian juga dipengaruhi faktor keturunan (bawaan) — bahkan reaksi emosional seseorang juga bisa merupakan faktor bawaan. Orang tua bertindak berbeda dalam menghadapi bayi dengan karakteristik berbeda — di sinilah peran lingkungan dalam memantapkan karakteristik kepribadian yang dibawa sejak lahir.
Faktor-faktor pembentuk kepribadian:
- Pengaruh Biologis
- Bentuk Tubuh
- Faal Tubuh
- Pengalaman Umum
- Pengalaman Unik
Pendekatan Teoritis tentang Kepribadian
Teori Trait
Menekankan sifat dasar individu yang mengarahkan perilaku. Asumsinya: orang memiliki perbedaan pada beberapa dimensi/skala kepribadian yang menunjukkan suatu trait/sifat/ciri — karakteristik yang membedakan orang secara konsisten & permanen.
Penilaian kepribadian dapat berdasarkan skala/dimensi seperti inteligensi, stabilitas emosi, agresivitas, dsb, dengan metode Analisis Faktor. Faktor yang sering ditemukan: introversi–ekstraversi, stable–unstable.
Teori Psikoanalisis
Asumsi: sebagian besar motif manusia bersifat tak sadar & dapat disimpulkan secara tak langsung dari perilaku.
- Struktur kepribadian terdiri dari Id – Ego – Superego, yang berinteraksi dan kadang bertentangan.
- Id bekerja atas dasar prinsip kesenangan (pleasure principle)
- Ego berdasarkan prinsip realitas (reality testing)
- Superego (conscience) menentukan standar moral individu
Aspek dinamisnya: dorongan Id yang direpres akan menimbulkan kecemasan, yang hanya dapat direduksi dengan mekanisme pertahanan diri. Aspek perkembangannya: beberapa tipe kepribadian (misal tipe oral, anal) disebabkan adanya fiksasi pada salah satu tahapan psikoseksual.
Teori Belajar Sosial
Asumsi:
- Perbedaan kepribadian disebabkan oleh perbedaan pengalaman belajar
- Perilaku seseorang tergantung pada karakteristik situasi, penilaian tentang situasi tersebut, dan riwayat penguatan (reinforcement)
- Reinforcement menentukan apakah respon yang dipelajari akan ditampilkan atau tidak
- Seseorang menampilkan perilaku secara konsisten sejauh situasi dan peran yang dimainkan relatif stabil
Teori Fenomenologis
Berkaitan dengan pengalaman subjektif seseorang, menekankan sifat humanistik: konsep diri dan dorongan untuk berkembang (aktualisasi diri).
- Aspek kepribadian terpenting: kesesuaian antara self dengan reality, dan antara self dengan ideal self
- Kekuatan motivasi dasar merupakan kecenderungan bawaan ke arah aktualisasi diri
Konsistensi Kepribadian
Asumsi dasar sebagian besar teori kepribadian: individu menampilkan perilaku secara konsisten dari satu situasi ke situasi lain sepanjang waktu.
- Teori Trait — trait/sifat/ciri kepribadian dasar menentukan karakteristik seseorang dalam berbagai situasi selama hidup
- Teori Psikoanalisis — konflik masa anak yang tidak terpecahkan akan mengarah pada karakteristik kepribadian yang menjadi ciri seseorang sepanjang hidupnya
Konsistensi dalam pikiran & perilaku merupakan hal penting untuk kesehatan mental — hilangnya perasaan konsisten merupakan karakteristik kekacauan kepribadian.
Penilaian Kepribadian
- Observasi terhadap individu dalam situasi alami
- Inventori kepribadian, seperti MMPI, CPI, dsb
- Tes proyektif, seperti TAT, Baum, Rorschach
Wawasan tentang Psikologi Sosial diharapkan dapat membantu melakukan analisis psikografis/target sasaran, antara lain soal Kepribadian.
Flashcard
flashcards Bagaimana kepribadian dapat didefinisikan secara ringkas berdasarkan definisi Allport, Adler, dan Cattel? :: Pola perilaku dan moda berpikir yang khas, yang menentukan cara orang tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Apa yang dimaksud dengan “khas” dalam definisi kepribadian? :: Konsistensi dalam perilaku — kecenderungan seseorang untuk bertindak atau berpikir dengan cara tertentu dalam situasi yang berbeda-beda. Apa perbedaan Public Personality dan Private Personality? :: Public personality adalah diri kita sebagaimana diamati/didengar orang lain (pola bicara, cara membawa diri, sikap); private personality adalah bagian tersembunyi (fantasi, pikiran, kenangan yang tidak diceritakan) yang sulit diselidiki sehingga jarang jadi fokus penelitian. Sebutkan tiga struktur kepribadian menurut Teori Psikoanalisis beserta prinsip kerja masing-masing :: Id (prinsip kesenangan/pleasure principle), Ego (prinsip realitas/reality testing), dan Superego (menentukan standar moral/conscience). Apa asumsi utama Teori Trait tentang kepribadian? :: Orang memiliki perbedaan pada beberapa dimensi/skala kepribadian (trait) yang membedakan mereka secara konsisten dan permanen; dinilai lewat metode Analisis Faktor pada dimensi seperti inteligensi, stabilitas emosi, dan agresivitas. Apa asumsi utama Teori Belajar Sosial tentang perbedaan kepribadian? :: Perbedaan kepribadian disebabkan oleh perbedaan pengalaman belajar; perilaku tergantung pada karakteristik situasi dan riwayat reinforcement/penguatan. Apa dua aspek kepribadian terpenting menurut Teori Fenomenologis? :: Kesesuaian antara self dengan reality, dan antara self dengan ideal self — dengan motivasi dasar berupa kecenderungan bawaan ke arah aktualisasi diri. Mengapa konsistensi dianggap penting dalam teori-teori kepribadian? :: Karena asumsi dasarnya adalah individu menampilkan perilaku secara konsisten dari satu situasi ke situasi lain sepanjang waktu, dan hilangnya perasaan konsisten merupakan karakteristik kekacauan kepribadian (penting untuk kesehatan mental). Sebutkan tiga metode penilaian kepribadian beserta contohnya :: Observasi terhadap individu dalam situasi alami; inventori kepribadian (contoh: MMPI, CPI); dan tes proyektif (contoh: TAT, Baum, Rorschach).